Jumat, 04 Januari 2008

m e r a j u t s e p i . . .

sendiri lagi merajut sepi
walau benang-benangnya terlalu hampa untuk bisa dirajut
dan ternyata semua yang bisa mengajariku merajut mendadak hilang
sibuk merajut benangnya masing-masing
ya... namanya juga merajut sepi

"ingat potongan-potongan puzzle kerinduan yang itu Bu?
maaf, belum bisa diselesaikan Bu...
masih ada beberapa kepingan yang belum aku temukan
sebentar lagi ya Bu? aku janji deh
kelak ketika semuanya telah beres aku temukan
dan aku pasang
kita bisa bertemu lagi
mungkin di kotaku ini kita bisa bertemu Bu
kelak bersama kita habiskan waktu
untuk merajut sepi bersama
dan kembali bermain puzzle seperti waktu aku kecil dulu"


ah, hari masih harus dilanjutkan
toh fajar pun masih tidur enggan menanggalkan kemulnya
dan kemulnya pun masih tidur enggan meninggalkan sang fajar
biarlah, mungkin sang fajar dan kemulnya pun
sedang berasyik masyuk merajut benang-benang sepi
dalam mimpinya

"oh iya, Jingga, aku minta izin
untuk bercengkrama sebentar dengan ibuku
barang satu atau dua hari
boleh kan? aku juga masih anak ibuku
sudah lama kami tidak menghabiskan waktu bersama
kelak ada waktu khusus untukmu
atau kau mau bergabung disini disiku dan disisi ibuku wahai Jingga?
bersama kita menyulam benang-benang sepi
dan menyelesaikan puzzle-puzzle kerinduan yang dulu belum sempat kami pecahkan"

tapi sebentar, aku minta izin ibuku dulu
untuk mengajakmu,
"bolehkan Bu, aku mengajak jinggaku untuk bermain bersamamu?"

4 komentar:

manik mengatakan...

prikitiwww,, ;))
dah kembali puitis rupanya si akang tee..

Dika mengatakan...

kepingan puzzle atau untaian benang-benang rajutan kang?
Bagi saya, bukan kita yang memilih untuk merajut sepi tapi pergerakan usia memaksa kita merajut benang2 itu sendiri..yang kelak akan bersama lagi (mode tafsiran bebas)

hitam :: jingga mengatakan...

manik : hmm.. alhamdulillah inspirasi merangkai kata mulai muncul lagi :D

dika : sebenernya ada dua hal besar yg sedang saya hadapi sekarang... "kepingan puzzle" sekaligus "merangkai benang" dan dua-duanya memaksa saya untuk menyelesaikannya sendiri . . .

Anonim mengatakan...

"bolehkan Bu, aku mengajak jinggaku untuk bermain bersamamu?"

Ibu berkata => boleh :D