Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2008

hanya bisa memohon . . .

ya ALLAH,
jangan Engkau jauhkan aku dariMu
agar hilang segala risau ragu
mantapkan hatiku
menjalani indah takdirMu

ya ALLAH,
kuatkan tangan dan kakiku
jernihkan pula fikirku
agar mampu menopang amanahMu
lurus sesuai petunjukMu


maaf gak ada lanjutannya kok . . .

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Minggu, 03 Agustus 2008

ini bukan akhir hitam :: jingga

wahai pendekar senja
kemanakah pergimu?
beberapa kala waktu kau lenyap tak berbekas
mana tajam pena hitammu?
mana untaian kata-kata hitammu?
goresan sketsa-sketsa hitam pun memudar perlahan...
jangan biarkan dirimu tenggelam dalam rintangan
asah lagi ujung tumpul penamu
semaikan lagi biji-biji yang siap berbuah kata-kata
tiupkan lagi angin-angin penggerak kuas yang menggambar sketsamu


wahai putri lembayung
kemana saja selama ini?
sudah beberapa pekan kau tidak hadir menemani pendekar senja
penamu mengeringkah?
atau memang gumpalan neuron syaraf jinggamu sedang pergi liburan?
tolong beri aku sedikit belaian ide segar jinggamu
kembalikan lagi kelincahan tanganku saat menari di atas kibor komputermu
kembalikan kepekaanku atas hal-hal jingga yang mewarnai hidup
tolong teteskan lagi saripati lembayung untuk menjadi tinta jingga penamu

ini bukan akhir hitam :: jingga
ini hanya sebuah hiatus sementara
sebagai wujud adaptasi
terhadap kondisi menakjubkan
yang serba baru

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Minggu, 11 Mei 2008

kolaborasi . . .

3 mei 2008
Finally I found him….
( R )

4 mei 2008
Melewati hiruk pikuk kota menjelang kelam
Harusnya sih mengesalkan
Jalanan rusak dan macetnya kota
Tapi…
Ada hangatnya jemari yang menenangkan
Pupus sudah
Kesal pun berganti dengan senyum
Sambil menanti hari-hari baru bersamanya
( R )

5 mei 2008
Kemana bosan
Kemana duka
Kemana kelabu
Kemana galau
Kemana gundah

Luv u . . .

Bumi hari ini tersenyum
Menyanyikan canda kicau burung
Menyambut pagi cemerlang menghadang
Hari ini jingga sekali . . .
( R + A )


6 mei 2008
Malam ini
Kita berhadapan
Disapu udara malam
Disaksikan orang keramaian
( A )

7 mei 2008
Di kereta ini kita habiskan waktu bersama
Ayo kita menuju kota kelahiran ayahku
Canda – tawa – senda – gurau – cerita
Dan terlelap bersama
( A )

8 mei 2008
Pantai
Aku
Kamu
Kita
( R )

9 mei 2008
Senja di kota seribu sepeda
Berkeliling menyusuri keindahan wajahnya
Kelembutan angin sore melebur dengan panas terik udara siang
Malam ini jingga hadir menghiasi
Mengajak berkelana menyelami sudut-sudut nya
Sejenak berbincang dengan ayah, ibu, dan adik2
Tak terasa hampir habis waktu kita…
( A )

10 mei 2008
Kembali menyusur jalan panjang lintasan kereta
Kembali menghadapi hari – hari seperti biasa
Walau agak berbeda
Karena ada kamu disana
( A )

"hasil iseng nongkrong 8 jam di kereta api lodaya dari jogja menuju bandung, bareng istri tercinta"

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Selasa, 22 April 2008

rindu lama tak jumpa

Rindu lama tak jumpa
Dengan cicit merdu burung senja
Yang riang menghabiskan waktu
Membagikan ceria dengan cuma-cuma

Sudah lama pula tidak membalas sapa
Lambaian ramah pelepah daun pisang
Melambai lembut gemulai
Mengajak menari siapapun yang melintas

Atau menikmati merdunya dendang sungai kenangan
Menggemericik menggelitik
Melahirkan ensambel bebatuan tertumbuk air
Sahut menyahut menggiring angin

Kapan lagi bisa duduk bersama si pinus
Termenung saling merangkul menghadap ufuk barat
Menjaga ketenangan senja jingga hutan cemara
Melambaikan tangan tanda berpisah dengan matahari


Mungkin esok bisa sedikit meluangkan waktu
Atau mudah-mudahan lusa ada sedikit luang
Berbagi kisah, membagi kisah
Berkumpul dimalam hitam mengelilingi api unggun
Menghangatkan badan, mengusir dingin
Saling berpelukan hangat dengan alam
Bersama Burung senja, pelepah daun pisang,
Sungai kenangan, dan si pinus

Bersama mengagungkan namaMu

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

rindu dengan malam

beberapa hari ini
semakin sering kuterjaga
sampai hari berganti pagi
menikmati sunyi malam hari
membagi hati dengan sang bintang

ayo coba angkat tanganmu
goyangkan kekiri dan kekanan
ikuti nyayian sunyi dewi malam
meniup lembut seruling dedaunan
menggembala bumi agar terus berputar

wahai kawan
ayo coba bangun, kemaslah barang-barangmu
tanggalkan selimutmu, rapikan bajumu
ayo bersama kita nikmati sunyi malam
jauhkan diri dari hiruk pikuk siang

lihatlah, serangga malam sudah berarak beriring
siap menyambut kedatangan kita
ribuan kunang-kunang siap hadir
menyediakan lentera cadangan
menerangi jalan kita menembus gelap malam


tenang kawan, kita tidak akan pergi jauh
hanya sampai pekarangan belakang
tapi bersiaplah untuk terkejut
dengan kepiawaian sang malam mengubah
dan menghidupkan bumi dengan selimut sepinya

seandainya malam ini bisa berlalu lebih lama
tentu akan kuhabiskan waktu untuk menghitung bintang
menyapa ranting-ranting bambu yang ikut menggumam
atau bergelantungan di ujung runcing bulan sabit
sambil banyak menuai kenangan manis bersama ibu, bapak dan adik-adikku

tapi malam akan segera berlalu
binatang malam sudah mulai sibuk kembali ke sarang
matahari sudah terlihat tak sabar menunggu giliran
memanggil bulan untuk segera pulang
kapal-kapal nelayan pun sudah mulai merubah haluan

ayo kembali kemasi barang-barangmu
kembali masuk ke kamar tidur hangatmu
ucapkan selamat tinggal pada kunang-kunang
jangan lupa berpamitan pada dewi malam
sampaikan rindumu, agar kelak dia pun merindukanmu

kan kutunggu malam-malam indah berikutnya
dimana bisa kuleluasa menikmati sunyi senyap ini
meninggalkan semua kegelisahan siang
hanya aku dan langit kelam juga bintang dan bulan sabit centil
yang hanya ingin bermain menikmati sepi, menikmati sunyi

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Sabtu, 19 April 2008

hitam::jingga milikMu

00:34, jum’at, 18 April 2008, sunyi

Hanya jelas detak jarum detik dari dua buah jam dinding saling menyahut
Saat sunyi, memang hanya Engkau yang patut kupuji
Saat ramai esok siang, jika memang Engkau mengizinkan aku menghirup udara esok siang
Pun memang hanya Engkau yang patut kuagungkan

Malam menjelang pagi ini, mendadak hati merasa pedih sedikit teriris
Betapa sudah lamanya hati ini kering, jauh dari siraman cahaya-Mu
Tak terasa kening ini menyentuh sajadah kumal yang sudah bertahun-tahun aku gunakan
Seluruh beban berat, kukembalikan kepadaMu, melalui sujudku ini
Ya Allah, terimalah sujudku ini, iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin


Ya Allah, izinkan aku memohon ampunanmu
Membasuh segala dosa kejiku, aku tak layak
Tapi memang hanya Engkau yang Maha Mengampuni
Sudah terlalu banyak karunia, ni’mat, kemudahan
Yang Kau hadiahkan padaku
Tapi sangatlah jarang hati ini mengabdi padaMu
Sangatlah jarang, ikhlash hanya karena-Mu
menjadi satu-satunya alasanku untuk melakukan sesuatu

Sudah lama aku merindukan keheningan sesenyap ini
Izinkan aku menikmatinya, mendekatkan hati ini kepada-Mu
Menyebut nama-Mu sebagai nyanyian pengantar tidurku
Ya Allah, luruskan niatku
Inna shalaati wanusuki wamahyaaya wamamaati
Lillaahi rabbil ‘aalamiin

Ya Allah, janganlah Engkau jauhkan jalanku dari jalan-Mu
Mudahkanlah jalanku menuju jalan-Mu
Teguhkanlah hatiku untuk hidup dalam lindungan pedoman-Mu
Kuatkan aku untuk menghadapi dunia yang penuh senda gurau ini
Kokohkan kakiku menghunjam bumi-Mu untuk mempertahankan kemuliaan Islam-Mu
Kuatkan tanganku agar dapat lebih banyak berbuat hanya karena-Mu

Ya Allah, ampuni aku
Astaghfirullaahalladzii laa ilaaha illahuwal hayyul qayyuum
Wa atuubu ilaika


Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Minggu, 30 Maret 2008

b a n g k i t j i n g g a

hai jingga
sore ini kau nampak muram...
memang semuram itukah hatimu?
ada sesuatu yang salah?
apakah jinggamu sudah lelah mewarnai senja?
atau mungkin burung camar mengusilimu lagi?
atau mungkin sore ini langit memang sedang tidak ramah?
atau mungkin lembayung kesayanganmu lusuh basah tersapu lebatnya hujan?


sudahlah, lepaskan beban-bebanmu itu
kembalikan beban-beban itu hanya kepada ALLAH
karena hanya kepadaNya kita pantas mengembalikan itu semua
tenangkan hatimu, jangan biarkan ungu membiru mendominasi wajahmu
ingatkan? sampai kapanpun, hitam :: jingga tetap kombinasi warna terindah yang pernah ada
Maha Suci ALLAH,yang telah Menciptakan hitam :: jingga

ayo jingga,
coba kembangkan lagi senyummu
tegakkan lagi dagumu
hiasi lagi senjaku seperti dulu
bagaimanapun, kau tetap jinggaku yang dulu
bagaimanapun keadaanmu, aku kan tetap mengiringmu

bersama kita wujudkan hitam :: jingga

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Selasa, 19 Februari 2008

t i d a k j a u h . . .

Bu..
Izinkan aku melengkapi kepingan puzzle yang lama tercecer jauh
Karena akhirnya kutemukan kepingan terakhir itu
Sangat dekat, Bu
Karena ternyata tidak jauh
Ada di situ, si tepi jalan yang sering kulalui . . .

17 februari 2008

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Minggu, 17 Februari 2008

. . . . . . . . .dalam jenuh lelah

Dalam segala jenuh lelah ini
Tumbuh sebentuk kuncup jingga mungil
Yang mungkin belum mekar sempurna
Namun sudah mampu menghapus gundah
Dalam pot hitam kecil di pojok jendela hatiku

Tenang wahai kuncup mungilku
Tak kan kubiarkan angin manapun
Meniup kuncupmu hingga berguguran menyentuh bumi
Tak kan pula kubiarkan burung kolibri manapun
Seenaknya datang menghisap nektar mungilmu

Kan kusirami dirimu tiap hari
Dengan air mata hati ini
Air mata hati saripati duka
Maupun
Air mata hati saripati bahagia

Kan kutunggu hingga kuncupmu
Betul-betul siap mekar
Menghiasi pojok jendela hatiku
Mewarnainya dengan kilauan jingga
Diatas pot hitam kecil itu setiap hari

15 feb 2008


Type rest of the post here

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Rabu, 09 Januari 2008

air mata hatiku, jingga !!

sore ini kita duduk bersama
menikmati keindahan senja menuju malam
membiarkan malaikat-malaikat senja
melepaskan pakaian lembayungnya
melingkupi langit biru tua
yang berangsur menghitam

sore ini aku tidak membawa apa-apa
maaf
atau kau mau minum dari air mata hatiku?
jika kau haus, silahkan,
ambil saja sendiri,
ini matahatiku


tapi jika kau tidak mau ya tidak apa-apa
mungkin kau khawatir
kalau-kalau
rasa air mata hatiku terlalu getir untuk dicicipi

sore ini mungkin tak mengapa
sore ini boleh saja
tapi aku ingin memohon padamu, jingga,
sesekali cicipilah air mata hatiku ini
karena mungkin suatu saat nanti,
pada saat air yang lain mengering,
hanya akan ada air mata hatiku saja
yang bisa kau jerang
yang bisa menemanimu menikmati keindahan senja bersamaku
seperti sore ini

bersama kita nikmati hitam::jingga
walau getir
segetir rasa air mata hatiku

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Jumat, 04 Januari 2008

m e r a j u t s e p i . . .

sendiri lagi merajut sepi
walau benang-benangnya terlalu hampa untuk bisa dirajut
dan ternyata semua yang bisa mengajariku merajut mendadak hilang
sibuk merajut benangnya masing-masing
ya... namanya juga merajut sepi

"ingat potongan-potongan puzzle kerinduan yang itu Bu?
maaf, belum bisa diselesaikan Bu...
masih ada beberapa kepingan yang belum aku temukan
sebentar lagi ya Bu? aku janji deh
kelak ketika semuanya telah beres aku temukan
dan aku pasang
kita bisa bertemu lagi
mungkin di kotaku ini kita bisa bertemu Bu
kelak bersama kita habiskan waktu
untuk merajut sepi bersama
dan kembali bermain puzzle seperti waktu aku kecil dulu"


ah, hari masih harus dilanjutkan
toh fajar pun masih tidur enggan menanggalkan kemulnya
dan kemulnya pun masih tidur enggan meninggalkan sang fajar
biarlah, mungkin sang fajar dan kemulnya pun
sedang berasyik masyuk merajut benang-benang sepi
dalam mimpinya

"oh iya, Jingga, aku minta izin
untuk bercengkrama sebentar dengan ibuku
barang satu atau dua hari
boleh kan? aku juga masih anak ibuku
sudah lama kami tidak menghabiskan waktu bersama
kelak ada waktu khusus untukmu
atau kau mau bergabung disini disiku dan disisi ibuku wahai Jingga?
bersama kita menyulam benang-benang sepi
dan menyelesaikan puzzle-puzzle kerinduan yang dulu belum sempat kami pecahkan"

tapi sebentar, aku minta izin ibuku dulu
untuk mengajakmu,
"bolehkan Bu, aku mengajak jinggaku untuk bermain bersamamu?"

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Kamis, 03 Januari 2008

mengurai benang kusut

sesimpul pikir tertinggal menggelayut
memberatkan malam ini
menyisakan sedikit resah
meninggalkan sedikit gundah
membiarkan benak ini dipenuhi benang kusut berbagai warna

malam sudah mulai mempersilahkan pagi untuk mengambil alih tahtanya
tapi benang kusut belum sedikitpun terurai
menyisakan sedikit resah
meninggalkan sedikit gundah
mengikat erat tangan kaki dan akal


ayo kita urai benang kusut itu
mencari, mana ujung, mana pangkal
membiarkan bagian tengahnya tidak saling membelit
ayo kita uraikan sekarang
mumpung pagi belum benar-benar membulatkan tekadnya
untuk mengambil alih tahta sang malam

kelak jika pagi keburu menjelang
akan kembali mengantri benang-benang kusut lama
dan akan bertambah lagi benang-benang kusut baru
yang menanti untuk kita uraikan
yang menaruh harapannya pada kita
untuk mereparasi kusutnya

wah, hari-hari kedepan bakal dipenuhi oleh banyak pekerjaan rumah :
mengurai benang kusut

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Selasa, 11 Desember 2007

jingga kembali . . .

eh tunggu sebentar...
senja hari ini agak berbeda
coba lihat di ufuk barat
ada semburat mungil muncul


dan entah kenapa
hari ini
awan kelabu tidak hadir

tunggu jingga,
tunggu dulu
jangan memudar dulu
aku belum cukup memandangmu
aku belum cukup memahamimu

tunggu aku disana ya?
sebentar lagi aku tiba . . .
bersama kita tuntaskan tugas yang tertunda,
bersama kita wujudkan hitam :: jingga

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

hitam rindu jingga...

setelah sekian lama senja hanya kelabu
senja harus puas ditutup oleh keremangan sore kelabu
karena semakin hari awan gelap semakin rajin unjuk diri
dan entah mengapa
lembayung jingga enggan untuk hadir
menjadikan kedamaian jingga senja pudar


mungkin beberapa orang sudah lupa
bagaimana indahnya
lukisan kanvas senja
yang membentuk kedamaian hitam :: jingga

mohon jangan salahkan langit hitam
karena langit hitam selalu hadir setiap harinya
setia di sana menantikan kedatangan lembayung jingga

salahkan semua ini pada lembayung jingga
yang jelas-jelas enggan hadir menemani hitamnya sang langit

sang langit hanya bisa meratap dan semakin menghitam,
"kapan engkau kembali hadir? jingga, aku merindukanmu, dimana kau sekarang? masih ingatkah bahwa hitam :: jingga adalah kombinasi warna terbaik yang pernah ada?"

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Selasa, 06 November 2007

benang jingga . . .

sudah sebulan ini saya terlalu sibuk
berkutat dengan berbagai benang kusut
yang hanya pantas untuk diurai

mencoba memisahkan benang-benang jingga
dari benang-benang lain yang membelitnya

tidak mudah
tapi
bukannya tidak mungkin

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Rabu, 03 Oktober 2007

ksatria hitam dan puteri jingga . . .

Lihat itu… kurcaci-kurcaci mungil berjanggut putih perlahan menyingkir
Mereka berlutut, melihat kedatangan sang putri jingga
Janggut putih para kurcaci pun perlahan memudar, hilang ditelan kegelapan senja
Putri jingga yang kini hadir menggantikan keangkuhan sang raja
Disambut megah oleh seorang ksatria hitam

Wahai putri jingga, sudikah ujung lembut warnamu kukecup ?
Hingga warna-warna kita bisa bersatu mengawal negeri langit?
Aku ksatria hitam ingin menjadi pangeranmu wahai putri jingga . . .
Senja ini, hanya milik kita berdua
Putri jingga yang ditemani oleh sang ksatria hitam

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Jumat, 07 September 2007

hitam :: jingga ... jangan pergi

sore ini agak berbeda
entah kenapa sang hitam nampak tidak bersemangat
merasa kehilangan juga kesepian
benar-benar gelap pekat !!!

dan memang sudah beberapa hari ini
langit hitam sudah tidak lagi dikawal oleh lembutnya lembayung jingga
jangan sampai hitam :: jingga berpisah !!!
ada apa gerangan?

sudahlah, jangan terlalu dipikirkan
memang lembayung musim ini agak berbeda
tidak meneduhkan, bahkan sombong
dan harap diingat :
musim ini lembayung memang tidak jingga, tapi merah

lantas kemana perginya lembayung sang jingga?
mungkin sang jingga sedang beristirahat
menenangkan diri
memisahkan diri
sementara
membiarkan sang hitam berpikir sepi sembari mengumpulkan banyak rindu

rindu untuk sang jingga

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

jingga merekahlah lagi
ayo jangan malu-malu
hitam, ayo bangun
jangan terlalu lama diam
jingga, lingkupilah sang hitam seperti dulu
hitam, songsonglah sang jingga sepenuh hati
agar kalian berdua bisa semakin mesra mengiringi senja hari
atau kalian lebih memilih untuk mengawal fajar pagi?
itu semua terserah kalian
yang penting sang jingga harus bersanding dengan sang hitam

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Senin, 03 September 2007

hujan pagi kelabu

Gundah menghidupi nafas pagi ini
Melilit hela merampok bebas yang masih ada
Mengiring sedikit sesal yang belum reda
Mencerca liar ingatan yang lewat sekelebat

Hujan turun melebat
Turut melengkapi kelabu pagi
Membasahi jemuran hati yang belum kering
Kembali basahi jalan seperti kemarin
Bahkan pohon jambu pun turut lekat berselimut ragu
Di setiap detak di detik – detik
Di rintik – rintik
Memetik ragu yang ingin mereda

Air mata langit masih mengalir deras
Mengiringi derasnya air mata hati
Seiring hujan yang masih ingin terus menghunjam bumi
Di pagi kelabu
Dimana lebat hujan ditambahi oleh sesal yang belum ingin reda

April 2006

"arsip lama... udah lebih dari setahun yang lalu... jadi rindu masa-masa itu"

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Minggu, 29 Juli 2007

kelabu ???









jingga atau kelabukah?
karena hitam dan kelabu hanya akan menjadi mendung
hitam kelabu hanya akan menimbulkan hujan

mendung sedih berselimut hujan air mata hati

beda dengan hitam :: jingga yang sarat akan semangat fajar dan keteduhan senja

aku cuma mau tanya
kamu itu apa?
sang jingga atau si kelabu??
karena aku adalah sang hitam

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)

Minggu, 15 Juli 2007

Wortel Jingga untuk Ibuku

Bu, kapan kita bisa mengupas wortel jingga itu bersama-sama lagi?
mengunyahnya renyah
melupakan sedikit masalah dan bercengkrama

Bu, wortel jingga yang bisa membuat segar matamu
hingga awet tidak presbiop sampai usiamu 51 tahun
kapan kita bisa ngobrol lagi??
Ajak saja sang adik, biar wortel jingga itu makin renyah
mengisi ruang mulut, kres kres kres

Bu, Aku tidak terlalu suka wortel mentah
jadi aku campur dengan sedikit gula pasir
tapi biarlah, asal kita bisa bercengkrama lagi
dan membiarkan jam berputar sampai jam 2 pagi

Bu, aku rindu pangkuanmu
seperti aku merindukan belaianmu
kapan ya kita bisa bercengkrama?
Sambil bersama-sama mengunyah wortel jingga
walau aku sedikit tidak suka rasa wortel mentah

Share/Save/Bookmark (Read More/Dilanjut yuuk)